Bulan
Juni lalu AirAsia X buka promo lagi ke beberapa
destinasi negara yang cukup menarik. Akhirnya tergoda juga untuk bowsing tiket promo, kata orang Jawa "ndilalah" alias "pas
banget" nemu tiket ke Jepang di tanggal yang bagus dan murah di bulan
Oktober 2013.. Ndilalah juga saya dan hubby memang belum pernah ke Jepang dan
pengeen banget ke salah satu negara penjajah Indonesia yang katanya mehong
banget ini, So,.. What we're
waiting for? Just click and buy! Yaayyy...! :D
Beli
tiket udah, perpanjang paspor juga udah. Nah,.. sekarang waktunya untuk ngurus
Visa Jepang! Dari sejak beli tiket udah ancer-ancer kapan waktunya mesti ngurus
visa. Hasil googling: best
time ngurus visa Jepang adalah1-2 bulan sebelum tanggal keberangkatan.
Karena masa berlaku visa single visit hanya diberikan selama 3 bulan dengan
lama waktu tinggal di Jepang maksimal 15 hari. Rencana ngurus visa dari awal
sudah diperkirakan at least 2 bulan sebelumnya. Yaah,.. tapi apa
daya kerjaan di kantor lagi numpuk, perpanjang paspor aja baru 1,5 bulan
sebelum berangkat, otomatis jadwal ngurus visa jadi mundur.
Kemarin
sempat kepikiran untuk ngurus Visa Jepang via travel
agent. Tapii,.. setelah browsing dan banyak nemu artikel yang bilang
kalo ngurus Visa Jepang itu gampang banget, akhirnya kami memutuskan untuk
mengurus visa sendiri, tanpa bantuan travel agent.
Hal
pertama yang harus dilakukan untuk apply visa adalah cari tau apa saja
dokumen yang diperlukan. Syarat-syarat mengurus berbagai kategori Visa Jepang
selengkapnya bisa dilihat di website Japan Embassy. Karena kami ke Jepang
dengan tujuan liburan, maka kategori yang dipilih adalah Visa Kunjungan
Sementara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri. Dokumen yang diperlukan
antara lain adalah:
- Paspor (asli)
- Formulir permohonan visa (download disini)
dan Pas foto terbaru (max. 6 bulan sebelumnya) ukuran 4,5 x 4,5 cm dan
latar belakang putih.
- Copy KTP
- Copy surat sponsor dari kantor (yang menyatakan bahwa kita cuman
jalan-jalan ke Jepang dan akan langsung pulang ke Indonesia serta ngga akan
cari kerjaan di negara mereka)
- Bukti pemesanan tiket (dan hotel)
- Jadwal perjalanan/itinerary. Jangan bikin sembarang template yah, download template-nya disini. Udah ditentuin sama pihak kedutaan soalnya.
- Copy Kartu Keluarga dan akta nikah (untuk pemohon lebih dari 1
orang)
- Copy rekening koran 3 bulan terakhir. Tidak ada ketentuan harus
saldo berapa, tapi ya harus make
sense sama itinerary-nya.
Kalo mau jalan-jalan ke banyak tempat, gak mungkin kan cuman dikit saldonya.
Itung aja sehari untuk hotel, makan dan transport sekitar 1 juta. Jadi kalo di
sana 9 hari, yah tinggal dikaliin ajah, 9 juta. Itu bisa dijadiin patokan saldo
yang mengendap selama 3 bulan terakhir.
Semua
dokumen harus disusun sesuai urutan sebelum
diserahkan ke loket pengajuan visa yaa...
Setelah
dapet ijin dari bos untuk dateng siang ke kantor, tanggal 27 September 2013
kemarin, kami akhirnya datang ke kantor Kedutaan Besar Jepang di Jl. M.H.
Thamrin 24, Jakarta Pusat. Letaknya di antara Hotel Grand Hyatt dan Plasa EX.
Sebenernya hampir tiyap hari lewat sini, tapi baru tau ada kantor kedutaan
disamping EX ya pas ngurus visa ini, hehe...
|
Peta Kedutaan Jepang di Jakara |
Setelah
parkir di EX, kamipun jalan kaki ke kantor kedutaan Jepang. Lumayan juga sih
jalannya, apalagi harus pake sepatu tinggi segala. (oiya kalo ksini, harus
pakai sepatu jangan pake sendal jepit yah). Eniwei, jam kerja bagian visa
disini dibagi 2 waktu, jam 8.30 - 12.00 WIB untuk apply visa,
dan jam 13.30 - 15.00 WIB untuk mengambil paspor yang berisi visa.
Kami
sampai di sana jam 8 pagi, tapi udah ada aja yang dateng, skitar 10 orang-an
lah, kebanyakan dari orang travel
agent. Loket antrian di pos satpam dibuka jam 8.15, mayan laahh,.. nunggu
15 menit, sambil berjemur matahari pagi (padahal udah keringetan). Jam
8.10 orang-orang yang udah ada di situ langsung rebutan antre di depan pintu
masuk yang masih tertutup rapat (langsung ikutan ngantre :D). Di loket ini kami
harus menukarkan ID card dulu untuk bisa masuk kedalam gedung. Setelah itu,
masuk ke dalam ruangan tempat mengurus visa.
Masuk
ke dalam ruangan, langsung ambil nomor antrian dari mesin yang tersedia. Ada 5
loket tersedia, loket 1 untuk travel
agent, loket 2 & 3 untuk WNI umum dan loket 4 & 5 untuk WN Jepang.
Semua loket ini baru dibuka jam 8.30, jadi nunggu lagi deh 15 menit, tapi kali
ini alhamdulillah ngga kepanasan kayak di luar tadi
:D. Jam 8.30 tengg semua tirai loket dibuka. Satu persatu nomor antrian
dipanggil. Sambil menunggu, saya perhatikan masing-masing pemohon rata-rata
ngga lama ngurusnya. Gak sampe 5 menit deh kayaknya. Apalagi di loket
1, mereka cuman kasih dokumen, trus pergi.
And
finally, giliran nomor kami yang dipanggil (no. 6). Proses di loket ini sangat amat singkat. Setelah menyerahkan semua dokumen yang diperlukan. Petugas memberikan selembar kertas kecil berwarna kuning yang digunakan untuk mengambil paspor yang berisi Visa Jepang 4 hari kemudian. Tinggal menulis nama lengkap sesuai paspor dan nomor telpon yang bisa dihubungi. Setelah itu, slesai. Back to office!
4 hari kemudian kami pun kembali lagi ke Japan Embassy. Waktu pengambilan visa dimulai pukul 13.30 s/d 15.00 WIB. Datang kesana, ambil antrian, nomor antrian dipanggil, ke loket, tujukkin tanda terima kecil warna kuning yang dikasih kemarin, bayar (RP350.000/orang), trus,... dikasih deh paspor kita yang udah ada Visa Jepangnya. Tadaaa.... ini dia visa sayaa....
|
Visa Jepang saya |
Untung ngga pake travel agent, rugi bangeet..! :D